1. Tingkat RA (KLIK DISINI)
2. Tingkat MI (KLIK DISINI)
3. Tingkat MTs (KLIK DISINI)
4. Tingkat MA (KLIK DISINI)
Sumber: http://pendis.kemenag.go.id/
Sawiyanto, S.Pd.I, M.A
Amir Panatagama, S.Pd.I
Rakernas II MP Al Washliyah
Sistem Pelayanan BP4
Rakerwil MP Al Washliyah 2014
Rencana Pengemb Madr/Sekolah
Sekretaris PGMI Tanjung MorawaMore
Ketua PGMI Tanjung MorawaMore
Peserta Rakernas II MP Al Washliyah 21 s.d 23 Februari 2014 di BaliMore
Pernikahan/Perkawinan adalah ikatan lahir batin antara seorang pria dengan seorang wanita sebagai suami isteri dengan...More
Pengurus MP PW dan MP PD Al Washliyah se-Sumut More
MTQ Nasional di Batam Tgl. 01 s.d 15 Juni 2014 More
Madrasah/Sekolah merupakan komunitas masyarakat yang utuh dan bulat serta..... More

Hari/Tanggal
|
Main
|
Kesebelasan
|
Keterangan
|
Sabtu/
14 Des 2013
|
I
|
PS. Kankemenag VS PS Madr Negeri
|
|
II
|
PS. Urais/KUA VS Madr Swasta
|
||
Senin/
16 Des 2013
|
I
|
Kalah I VS Kalah II
|
Juara 3 & 4
|
II
|
Menang I VS Menang II
|
Juara 1 & 2
|
|
Tempat Pertandingan : di Lapangan Sepak
Bola Baharuddin Siregar (Hasil Ralat)
|
|||
NO
|
NAMA
|
POSISI
|
ASAL
|
KECAMATAN
|
1
|
Amir Panatagama, MA
|
MTs Al-Mukhlishin
|
Tg. Morawa
|
|
2
|
Dr. Mhd. Buhari Sibuea M.Si
|
MTs Nurul Iman
|
Tg. Morawa
|
|
3
|
Sawiyanto, S.Pd.I, M.A
|
Manejer
|
MTs YP. H. Dtk Abdullah
|
Tg. Morawa
|
4
|
Drs. H. Alman
|
Ass. Manejer
|
MTs Nurul Amaliyah
|
Tg. Morawa
|
5
|
Drs. Mhd. Yusron Siregar
|
Pelatih
|
MTs Nurul Ittihadiyah
|
Lubuk Pakam
|
6
|
Ali Ibrahim Akbar, M.Pd
|
Ass. Pelatih
|
MTs Hidayatullah
|
Tg. Morawa
|
7
|
Drs. H. Suriyono
|
Kesehatan
|
MTs Al-Wahliyah
|
Tg. Morawa
|
NO
|
NAMA
|
POSISI
|
ASAL
|
KECAMATAN
|
1
|
Wahono Supranghadi, S.Ag
|
MAS YP.H.Dtk Abdullah
|
Tg. Morawa
|
|
2
|
Sulaiman, S.Ag
|
MTs Al-Mukhlishin
|
Tg. Morawa
|
|
3
|
Arifin Harahap
|
MTs Al-Mukhlishin
|
Tg. Morawa
|
|
4
|
Ahmad Fauzi
|
MTs Al-Mukhlishin
|
Tg. Morawa
|
|
5
|
Eka Wahyudi
|
MTs Al Hidayah
|
Patumbak
|
|
6
|
Prayudi Prihandoko, S.Pd
|
MTs Sabilun Najah
|
Patumbak
|
|
7
|
Uwais Al-Qorni, S.Pd.I
|
MTs Al Hidayah
|
Patumbak
|
|
8
|
Juliyanto
|
MTs Amaliyah
|
Sunggal
|
|
9
|
Mhd Nur Hadi Siregar
|
MTs Amaliyah
|
Sunggal
|
|
10
|
Sri Hariadi, S.Pd.I
|
MTs Nurul Ikhwan
|
Tg. Morawa
|
|
11
|
Syahrul
|
MTs Nurul Ikhwan
|
Tg. Morawa
|
|
12
|
Hery Syahputra, S.Pd
|
MTs Nurul Ikhwan
|
Tg. Morawa
|
|
13
|
Edi Jatmiko, S.Pd.I
|
MTs Al-Washliyah
|
Tg. Morawa
|
|
14
|
Edi Sutiono, S.Pd.I
|
MTs Al-Washliyah
|
Tg. Morawa
|
|
15
|
Abdul Rahman, S.Pd.I, M.A
|
MTs Hidayatullah
|
Tg. Morawa
|
|
16
|
Fathurrahman, S.Pd
|
MTs Hidayatullah
|
Tg. Morawa
|
|
17
|
Suhartoyo, S.Ag
|
Kiper
|
MIS Sholihin
|
Tg. Morawa
|
18
|
Syakir Naim Siregar M.Si
|
MTs Nurul Iman
|
Tg. Morawa
|
|
19
|
M. Iqbal Syahputra, SS
|
MTs PAB-4
|
Patumbak
|
|
20
|
Agus Saroso, S.Pd
|
MTs PAB-4
|
Patumbak
|
|
21
|
Rusdi
|
MAS Darul Ikhlas
|
P. Merbau
|
|
22
|
Abu Khoir
|
MAS Darul Ikhlas
|
P. Merbau
|
MENAG : KITA MISKIN DATA
PENDIDIKAN
PENDIS - "Kita miskin data," demikian
dikatakan Menag ketika memberi pengarahan pada Rapat Kerja (Raker) Tahun 2013
Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi DKI Jakarta yang diikuti
278 peserta yang berasal dari Kantor Urusan Agama (KUA), madrasah, dan
pejabat struktural Kanwil Kemenag se DKI Jakarta di Bogor, Kamis
(25/07) malam.
Untuk itu Menteri Agama Suryadharma Ali meminta
seluruh jajarannya untuk segera menyelesaikan problem miskinnya data
kelembagaan pendidikan di lingkungan kementerian yang dipimpinnya sehingga
upaya peningkatan kualitas bagi penyelenggaraan program pendidikan bisa
dimaksimal.
Menag memberikan penekanan secara khusus kepada
program penyelenggaraan pendidikan agama dan pendidikan keagamaan.
Menurutnya, anggaran di Direktorat Jenderal Pendidikan Agama Islam (Pendis)
demikian besar tetapi belum terkelola dengan baik hingga belum bisa memberi
manfaat luas dan menarik perhatian masyarakat, juga media massa.
"Anggaran di Ditjen Pendis mencapai Rp43
triliun. Sementara di ditjen lain, seperti Bimas Islam, sangat kecil,"
kata Menag.
Karena itu, Menag meminta agar penyelenggaraan
pendidikan di Kementerian Agama mendapat perhatian serius. "Data harus
lengkap dan akurat, jangan sampai tidak diketahui berapa jumlah ruang kelas
siswa yang rusak, madrasah mana yang rusak, dimana lokasinya, sehingga
program menjadi tidak tepat sasaran," tegas Menag mengingatkan.
"Selama ini sulit diketahui. Sebabnya, karena
kita miskin data," imbuh Menag.
Masalah miskin data ini, lanjut Menag, berlanjut
pada mekanisme kerja serabutan dan hanya mementingkan besarnya anggaran. Itu
bisa terlihat misalnya, kata Menag, dari kasus bantuan komputer pada madrasah
yang tidak mampu mengoperasionalkannya karena terkendala masalah listrik.
"Kalau memberi bantuan komputer pada madarasah yang tidak mampu
mengoperasikannya, komputer pun disimpan, hanya teronggok di atas meja
dipenuhi debu," ungkap Menag.
Ada juga program pengiriman buku kepada madrasah
yang tidak memintanya. Ini sangat mencolok. "Kapan gue minta," kata
Menag dengan logat Betawi dan disambut tawa hadirin.
Menag sekali lagi meminta agar penyelenggaraan
pendidikan mendapat perhatian besar. Sebab, kualitas umat di masa depan
tergantung pada pendidikannya. Seluruh warga di Indonesia, termasuk di
Jakarta, berhak mendapat pendidikan.
Selain masalah data, Menag meminta agar pemberian
bea siswa bagi anak miskin harus dilanjutkan. Demikian pula mengenai
tunjangan profesi bagi guru. "Perhatian pemerintah demikian besar,
sampai-sampai "kedodoran" utang Rp1,9 triliun, pascasertifikasi
guru. Diharapkan dana tersebut sudah terbayar pada 2014.
"Itu di Kemenag, Di Kemendikbud lebih besar
lagi, sekitar Rp8 triliun," tutu Menag.
|
Sebagai seorang guru (pendidik), bila murid-murid kita berasal dari keluarga yang harmonis dan bahagia, maka tugas kita akan semakin mudah.
Tetapi bila murid kita TIDAK berasal dari keluarga yang harmonis dan bahagia, maka tugas kita menjadi semakin PENTING.
(Walau lebih mudah mendidik anak-anak yang "sudah baik", tetapi tugas pendidik yang sejati adalah mendidik mereka yang masih "mencari jalannya" ini.
Indikasi bahwa seseorang bisa disebut guru (pendidik) yang hebat bukanlah pada kemampuannya mengajarkan murid untuk pintar menjawab semua jenis pertanyaan, tetapi pada kemampuannya menginspirasi murid agar mengajukan pertanyaan yang dia sendirinya kesulitan untuk menjawabnya.
(Dengan kata lain, bila guru mengajar agar murid bisa sama pintarnya dengan dia, itu biasa saja. Guru yang bagus adalah yang bisa mendidik muridnya agar jauh lebih pintar dan lebih kritis daripada dirinya sendiri.)